assallamualaikum

Sabtu, 10 Desember 2011

sakit hati..., manteb dehhhhh..

engkau datang kembali dengan sekuntum mawar
sebagai ungkapan akan permintaan maafmu
aku terkesima dengan sikapmu itu
namun tak membuat aku menerimamu lagi
aku tak bisa hidup bersamamu lagi aaaa
dan aku tak bisa mencintaimu dengan sepenuh hati
kau coba mengingatkan masa-masa indah
ketika kita pernah saling mencinta
sepekan sudah aku berpikir keras
untuk mencoba relakan apa yang telah terjadi
di depan mataku kau mempermainkan api
yang membakar janji ikrar setiamu itu
aku tak bisa hidup bersamamu lagi aaaa
dan aku tak bisa mencintaimu dengan sepenuh hati
kau coba mengingatkan masa-masa indah
ketika kita pernah saling mencinta
dan masih tak bisa melihatmu kembali dan datang padaku
ku coba melupakan memaafkan dirimu
tapi sakitnya hatiku melebihi cintamu
dan aku tak bisa mencintaimu dengan sepenuh hati
kau coba mengingatkan masa-masa indah
ketika kita pernah saling mencinta
dan masih tak bisa melihatmu kembali dan datang padaku
ku coba melupakan memaafkan dirimu
tapi sakitnya hatiku melebihi cintamu

Kamis, 08 Desember 2011

Putuskan Mata Rantai Kesakitan Dimasa Lalu Dengan Ikhlas

Ikhlas dalam berbuat adalah tidak masalah bagimu untuk dimaki ataupun dipuji atas apapun yang telah kau lakukan. Bukankah hatimu sediri telah tersenyum seraya bangga serta mengucap syukur bahwa kau telah melakukan yang terbaik yang kau bisa, dan Allah pun insyaallah menghargai setiap kebaikan dan niat tulus yang bahkan teralfa dari penglihatan manusia.
Ikhlas adalah saat kau menyambut pukulan dari lawanmu dengan kelembutan sifat yang menyejukkan, bahkan bagi batinnya sendiri. Lihatlah betapa seseorang yang jahat kepada kita ternyata sedang tidak mengerti arti sebuah cinta kasih. atau mungkin dia tidak tahu bagaimana cara mengekspresikan dan meredam amarahnya sendiri, sehingga hanya sembarang cara dia gunakan untuk sekedar merepresentasikan protes jiwanya.
Ikhlas adalah tentang mengerti lawanmu yang begitu berambisi mengalahkan dan menyakitimu. Kasihanilah dia dengan kasih sayang, yang karena dia tidak mengetahui bahwa bumerang yang dilemparnya kepadamu tersebut akan berbalik lebih membabat habis kehormatan dan martabatnya sendiri.
Ikhlas dalam menyadarkan adalah tuturkan perkataan yang lembut, seakan kau perlakukan lawanmu seperti kau ingin seperti orang lain memperlakukanmu. Bahkan Allahpun maha lembut dan mencintai kelembutan. Jikapun kau harus mengambil batas yang jelas dan tegas atas sebuah tindakan, lakukan dan jelaskan kepadanya bahwa inilah bentuk kasih sayangmu terhadapnya yang meskipun sedikit sakit namun akan berakibat baik baginya.
Ikhlas dalam memaafkan adalah kau telah sepenuhnya memberikan senyum kepada lawan yang telah menyayat masa lalumu, dan kemudian merangkulnya kembali sebagai kawan baikmu. MasyaAllah, hal ini tidaklah mudah, namun apa yang sulit bagi orang yang sedang jatuh cinta. Bahkan hal yang di luar nalar sekalipun dapat dijangkaunya karena kedalaman cintanya. Dan jatuh cinta mu kepada Allah telah dan akan selalu mengindahkan hari- harimu, bahkan untuk sesuatu yang tiada pernah mampir di pikiranmu sebelumnya.
Dan... tidak ada manusia yang mulia... yang tidak memaafkan.
Ikhlas tiada terdefinisikan oleh kata namun hanya bisa dirasakan oleh hati yang akan sangat terasa damai dalam melewati jalur takdir berikutnya. Karena ikhlas pula lah yang telah memutuskan mata rantai keburukan masa lalu yang tetap menyangkut dan menodai masa depan.
Ikhlas itu meringankan walaupun melakukannnya adalah sangat berat untuk dilakukan. Tapi bukankah hidup adalah memang perjuangan. Dan ikhlas adalah memang sebuah keistimewaan. Dia hanya tumbuh pada ladang hati yang subur oleh cinta kepada Allah serta penuh dengan kebijaksanaan.
Bahkanpun ada ikhlas dalam membenci. Yaitu adalah kau membenci sesuatu yang nyata- nyata tidak disukai Allah. Bahkan mungkin manusia mempunyai kecenderungan nafsu yang justru menyukai sesuatu yang hina. Namun jika hati sudah tertaut kepada Allah, maka kemudahan untuk memunculkan hal tersebut insyaAllah akan lebih termudahkan. Maka jika kebencian dan kesakitan itu masih ada, paling tidak tanyakan kepada diri, apakah kebencian itu murni karena Allah?

Saat Kau Merasa Sangat Begitu Lelah...

Saat ragamu lelah, maka bersyukurlah bahwa sehari ini kau telah berbuat banyak untuk dirimu dan keluargamu. Kau membahagiakan mereka, kau  menenangkan mereka dengan hasil jerih payahmu yang melelahkan. Kau damaikan mereka karena tercukupinya kebutuhan mereka. Lihatlah betapa kehadiranmu memang memang pantas untuk di syukuri oleh sekitarmu, maka bersyukurlah atas karunia dari Allah itu, yang menjadikanmu pantas untuk menjadi yang di banggakan. 
Saat lidahmu lelah, maka diamlah. Mungkin dia terlalu capek atas huruf- huruf dusta yang terpaksa dilakoninya atas perintah kepentingan dan nafsumu. Atau mungkin dia terlalu bosan dengan kata- kata bijak penuh kebaikan yang kau keluarkan, namun ternyata tidak selaras dengan kenyataan yang kau wujudkan. Atau dia terlalu rindu dengan kalimat- kalimat mulia yang menjadikan lidahmu sendiri itu sebagai pembelamu, saat nanti kalian berada dipengadilan Allah. 
Saat matamu lelah, maka pejamkan dan istirahatkanlah dia. Rasakanlah betapa kekhasan dari sebuah nikmat itu memang tengah menaungimu lewat indahnya memiliki sebuah pandangan. Maka jangan jadikan dia lelah karena terus-menerus menjadi salah satu donatur dosa yang justru menggiringmu ke neraka. Dan jangan jadikan dia lelah karena terus-menerus kau paksa untuk tetap terjaga, mengikuti ambisimu dalam menggenggam dunia. Sadarilah kerinduannya akan sebuah keteduhan yang begitu di dambanya sebagai salah satu cabang dari cerminan hatimu. Penuhilah keinginannya untuk lebih ringan dalam memandang sebuah bentuk dari egomu.
Saat kakimu lelah, maka nyamankan dia. Nyamankan dengan berhenti untuk tetap berdiri dalam sebuah kemaksiatan. Bahkan kakipun juga adalah prajurit dari sebuah hatimu sendiri. Dia juga merupakan karunia nikmat dari Allah, tapi juga bisa menjadi korban dari nafsumu jika kau tak baik- baik  dalam menjaganya. Istirahatkan dia dari langkah yang terus-menerus demi memenuhi hasrat pikiran dan kamuan ambisimu.  
Saat hatimu lelah... mungkin kepentingan duniawimu sudah terlalu menyesakkan dada, sedang naluri ruhiyahmu sudah terlalu lapar dan meminta disegerakan atas pemenuhan haknya. Maka berhentilah sebentar, dan berilah jeda waktu untuknya. Biarkan manusiawi sebuah hatimu itu bertemu dengan yang menciptakannya. Biarkan rongga kosong itu terpenuhi oleh kebutuhan akan kedekatan dengan tuhannya. Biarkan dia belajar untuk menginsyafkan kembali prajurit indrawinya yang mungkin masih masih bandel untuk berada dalam kebaikan. Biarkan sebentar dia menjadi penyaring untuk membedakan yang benar dan salah. Dan biarkan lebih lama, dia menuntunmu untuk menyegarkan dan menyemangatimu kembali, sehingga keluhan dan kelelahanmu bisa diselesaikan olehnya. 
Saat kau telah begitu lelah... beristigfarlah atas apa yang telah membuatmu seperti itu dan kemudian istirahatkan kelelahanmu, selanjutnya serahkan urusanmu kepada yang Maha terjaga, Allah Subhanahu Wata'la

Biarkan Tuhan saja yang menyadarkan orang yang kerap mencari kesalahan kita. Jangan hilangkan keistimewaan hari ini

hmmm, sebel y, kalo nda tau apa apa, ehh tb tb d tuduh mcm mcm...
emosi sih...
tp masih bs ngerem..., kalo ikutan emosi, ntar malah jd ikutan k kanak kanakan...